Saking dekatnya, sampai-sampai aku merasa bisa mencium bau Natal. Jika saudara-saudara kita di negara subtropis sama menikmati salju atau musim dingin, kita di negara tropis ini menikmati musim hujan. Hujan hampir setiap hari. Aku suka. Tapi, ya, kalian harus pake payung atau mantol kalau mau keluar rumah.
Natal tahun ini adalah Natal yang istimewa bagiku dan suami. Kenapa? Karena kami akhirnya punya pohon Natal! Horeeee! Konyol ya, tapi kami memang sebelumnya tidak punya pohon Natal. Dan kalau kalian sudah baca INI, kalian akan tahu pohon Natal seperti apa yang kusebutkan itu.
Aku mulai merajut pohon Natal ini dengan semangat tinggi. Aku mencari banyak pola dan akhirnya menemukan satu pola. Tapi sayangnya, aku lupa sumbernya. Jadi, maaf kalau ada yang menemukan foto ini dan tahu bahwa itu berasal dari polanya. Seandainya begitu, langsung saja hubungi aku supaya link menuju pola itu bisa kucantumkan di sini. Tapi sebenarnya, aku membuat beberapa modifikasi dari polanya sih.
Pohonnya sudah siap dan aku harus menyiapkan hiasannya. Warna bagian atas berbeda dengan bagian bawah, karena aku ingin membuat efek natural (semoga!).
Aku sudah beli beberapa loncengn kecil untuk hiasannya, dan kupasangkan. Tapi sepertinya perlu ada beberapa gantungan lainnya. Sulitnya minta ampun nyari hiasan kecilnya. Hmmm ... aku punya ide!
Aku mengintip blognya Lucy di Attic24 dan mulai merajut beberapa weeny balls. Yup, ukurannya pas. Aku suka. Tapi, pohon itu masih tetap perlu tambahan hiasan.
Nah, sekarang pohon Natalku sudah seperti pohon Natal sungguhan. :D
Aku lalu membuat karpet mini dari benang katun untuk meletakkan pohonnya. Sepertinya bentuk karpetnya amburadul. :(
Aku letakkan pohon itu di atas rak benangku. Aku masih butuh lampu dan bintang untuk kutaruh di puncak pohon.
Suamiku membelikan lampu LED dan bintangnya. Terima kasih, sayang. :)
Sekarang, rumahku bersinar dan berwarna-warni. Aku juga membuat lingkaran Natal di postingan sebelumnya.
Selamat Natal dan menikmati libur panjang!
xxxx



















