Monday, 23 December 2013

Pohon Natal

Saking dekatnya, sampai-sampai aku merasa bisa mencium bau Natal. Jika saudara-saudara kita di negara subtropis sama menikmati salju atau musim dingin, kita di negara tropis ini menikmati musim hujan. Hujan hampir setiap hari. Aku suka. Tapi, ya, kalian harus pake payung atau mantol kalau mau keluar rumah.  

Natal tahun ini adalah Natal yang istimewa bagiku dan suami. Kenapa? Karena kami akhirnya punya pohon Natal! Horeeee! Konyol ya, tapi kami memang sebelumnya tidak punya pohon Natal. Dan kalau kalian sudah baca INI, kalian akan tahu pohon Natal seperti apa yang kusebutkan itu.

Aku mulai merajut pohon Natal ini dengan semangat tinggi. Aku mencari banyak pola dan akhirnya menemukan satu pola. Tapi sayangnya, aku lupa sumbernya. Jadi, maaf kalau ada yang menemukan foto ini dan tahu bahwa itu berasal dari polanya. Seandainya begitu, langsung saja hubungi aku supaya link menuju pola itu bisa kucantumkan di sini. Tapi sebenarnya, aku membuat beberapa modifikasi dari polanya sih. 



Aku pake benang wool akrilik karena aku tidak mengenakannya sebagai baju. Karena, tahu kan kalau pake baju dari bahan wool rasanya seperti ..... sauna. :) Karena benang wool itu tipis, maka ketika kurajut, tiga pilin kujadikan satu dan memakai hakpen 6.00 mm.




Pohonnya sudah siap dan aku harus menyiapkan hiasannya. Warna bagian atas berbeda dengan bagian bawah, karena aku ingin membuat efek natural (semoga!).



Aku sudah beli beberapa loncengn kecil untuk hiasannya, dan kupasangkan. Tapi sepertinya perlu ada beberapa gantungan lainnya. Sulitnya minta ampun nyari hiasan kecilnya. Hmmm ... aku punya ide!




Aku mengintip blognya Lucy di Attic24 dan mulai merajut beberapa weeny balls. Yup, ukurannya pas. Aku suka. Tapi, pohon itu masih tetap perlu tambahan hiasan.




Nah, sekarang pohon Natalku sudah seperti pohon Natal sungguhan. :D




Aku lalu membuat karpet mini dari benang katun untuk meletakkan pohonnya. Sepertinya bentuk karpetnya amburadul. :(





Aku letakkan pohon itu di atas rak benangku. Aku masih butuh lampu dan bintang untuk kutaruh di puncak pohon.



Suamiku membelikan lampu LED dan bintangnya. Terima kasih, sayang. :)

Sekarang, rumahku bersinar dan berwarna-warni. Aku juga membuat lingkaran Natal di postingan sebelumnya. 

Selamat Natal dan menikmati libur panjang! 

xxxx

Tuesday, 10 December 2013

Desember yang Sibuk

Kita jumpa lagi di bulan Desember setelah blog ini tidur lama. Tidak dapat dipercaya bahwa kita hampir sampai di pengujung tahun 2013. Desember adalah bulan tersibuk untukku. Ada banyak kegiatan, latihan, doa bersama untuk menyambut Natal dan berbagai hal untuk disiapkan dan dikerjakan sebelum 2014 datang. 

Ruwet. Mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan jadwalku, pikiranku, dan kegiatan fisik lainnya. Yup, sepertinya aku perlu liburan, liburan pendek aja sih. Tahu apa yang sangat kubutuhkan? Aku hanya ingin lihat hijau-hijauan .... Maksudku, aku ingin menikmati tempat yang sunyi dan teduh. Sekadar untuk bersantai. 

Kali ini, aku mengajak keluargaku berlibur. Kami memilih Gembiraloka Zoo. Kebun binatang ini banyak hijau-hijauan karena juga menjadi kebun raya.

Kami memasuki tiap bagian, ruangan, diorama, kandang, kolam, lapangan. Ditambah lagi langit sangat cerah, tapi tidak terasa terik. Sangat nyaman untuk berjalan-jalan.




Gambar di atas adalah kumpulan kecoak yang kulihat di diorama serangga. Kami melihat banyak koleksi serangga, bahkan yang kini sudah punah. Tak bisa kubayangkan seandainya kamar mandiku penuh dengan makhluk-makhluk itu ... hiiiiii!



Setelah dari diorama serangga, kami beralih ke kandang lain. Tempat yang kami kunjungi adalah kandang gajah. Ada beberapa gajah di sana. Mereka menggeleng-gelengkan kepala. Jangan-jangan mereka pake earphone dan mendengarkan musik ya?


Di dekat kandang gajah, kami melihat beberapa primata. Mereka adalah orangutan dan simpanse. Sebenarnya masih ada primata lain, tetapi kandang mereka terpisah jauh.


Lalu kami berjalan menuju kolam ikan. Kami terkejut mendapati ikan yang besaaaaaar sekali. Bentuknya seperti ikan arwana. Nama ikan itu "arapaima". Setelah dari kolam ikan, kami ke bagian reptil, tapi sayangnya kami lupa tidak mengambil gambar apa pun.


Setelah reptil, kami berjalan kembali. Kami melihat hewan berkantung, wallaby. Hewan berkantung ini ukuran tubuhnya lebih kecil dibanding kanguru. Tapi, ketika aku menatap mata mereka, tiba-tiba aku teringat Chiki. Dia pasti sendirian di rumah.


Setelah dari kandang wallaby dan rusa, kami masuk ke taman burung. Sayang, kami tidak diperbolehkan masuk Dome karena sedang ada pemeliharaan.


Di taman burung, kami melihat berbagai jenis burung, seperti angsa dan bebek. Katanya sebentar lagi juga akan ada penguin dari Afrika. Tapi sewaktu kami di sana, penguin belum ada. 


Dan kandang terakhir yang kami kunjungi adalah kuda nil. Ini adalah kuda nil terbesar di kebun binatang ini.

Kaki kami sangat capek, tapi kami sangat gembira. Kami juga sempat menonton pertunjukan satwa pintar tapi tidak bisa mengambil gambar karena banyaknya orang yang menyaksikan.

Daaaaaaan .... saat sampai di rumah, aku punya kerjaan untuk benangku. Aku telah membeli beberapa benang akrilik, yang nama kerennya di sini "wool".




Bisakah kalian tebak, akan jadi apakah benang-benang itu? Tidak tahu? Okay, ku kasih petunjuk lagi.




Lingkaran dan bunga? Tetap tidak tahu? Hehehe ... okay, mari kita intip ....


Pelan-pelan ...


Tidak perlu terburu-buru ...


Tidak sabar ya?


Okay.... ini dia!


Ta-raaaaaaa!!!!




CHRISTMAS WREATH! Ya, aku pengin punya hiasa Natal buatan tangan. Lingkaran ini akan kugantung di pintu depan supaya orang yang lewat dapat menikmati keindahannya. Aku juga membuat hiasa lainnya.


Yup! Itu adalah pohon Natal mini. Kami tidak punya pohon Natal sungguham karena susah mendapatkan pohon sungguhan untuk dijadikan pohon Natal. Pohonnya sudah hampir selesai, dan sepertinya aku harus segera menyelesaikannya. Aku akan membagikan gambarnya kalau sudah selesai.\

Okay, sepertinya aku harus segera melakukan hal lain. Sampai jumpa.

xxxxxxxxxx