Wednesday, 4 November 2015

The Journey of My Sophie's Universe

Hai..... wah daripada menjelaskan berderet alasan untuk tidak nulis blog, kayaknya saya lebih baik share berita gembira aja deh. Apa itu?

Nah, sebelum ke poin berita gembira, saya akan review sebentar. Pada Juni kemarin,  saya dan 3 teman lainnya memulai sebuah project besar. Kami membuat 1 selimut masing-masing dengan pola dari Dedri Uys. Selimut ini sempat menjadi heboh di dunia per-crochet-an. Tak buang waktu lagi, kami pun mulai membuat group di FB sebagai sarana membagikan pola dan update progress tiap minggunya.

Dedri membagi pola ini menjadi 18 bagian inti dan 2 bagian tambahan. Tipa bagian dibagi di group setiap minggunya. Kami berempat tidak semuanya ahli di bidang crochet, bahkan salah satu teman mengaku kalau dia belum pernah membaca pola tertulis, selama ini selalu menggunakan pola gambar. Tapi utk project ini, dia rela pusing loh..... :)

Tantangan tidak berhenti sampai di situ. Setiap bagian pola memiliki tantangan dan tingkat kesulitan sendiri. Group menjadi sarana untuk bertanya dan berbagi tips. Meskipun begitu, tetap saja karya kami tidak sempurna, ada kesalahan di sana-sini. Tapi justru karena itulah, karya kami menjadi unik. Handmade dan bercela..... hahahahaha....

Minggu-minggu setelah Juni menjadi selalu penuh dengan kejutan, rasa penasaran, bahkan rasa gembira senantiasa membuncah dalam hati kami. Dan pada Oktober, beberapa di antara kami berhasil sampai pada bagian 18. Bagian akhir untuk pola utama. Masih ada 1 teman yang belum selesai, tetapi sebentar lagi dia akan nenyusul kami untuk upload di group. 

Beberapa teman berencana untuk meneruskan ke bagian tambahan, bagian 19 dan 20, tapi saya merasa cukup saja sampai bagian 18. Seperti apakah progress yang terjadi tiap bagiannya? Beberapa mungkin sudah sempat saya bagikan di blog ini, sebagian belum. Semoga ketika melihat bagian demi bagian ini, kalian juga bisa ikut merasakan apa yang kami rasakan. 

Terima kasih untuk Lucia, Susanna, Enit atas perjalanan Sophie ini. Terima kasih untuk Dedri atas talenta dan kebaikannya membagikan mahakarya yang begitu indah ke seluruh penjuru dunia. Terima kasih Ajeng, atas benang yang cantik. Enjoy! ;)

Part 1

Part 2

Part 3

Part 4

Part 5

Part 6

Part 7

Part 8

Part 9

Part 10

Part 11

Part 12

Part 13

Part 14

Part 15

Part 16

Part 17

Part 18


Monday, 20 July 2015

Sophie's Universe Bagian 4-7

Hai! Akhir-akhir ini cuaca lumayan dingin, tapi terasa kering di kulit. Yah, memang sudah saatnya kita menikmati musim dingin di musim kemarau ini. Tiap malam dan pagi pasti sangat dingin, jadi selimut sekarang selalu dibutuhkan di sekitaran rumah. Nah, karena dingin ini, saya juga makin semangat dengan proyek CAL Sophie's Universe dari postingan sebelumnya.

Di postingan terakhir, CAL sudah berjalan sampai bagian ke-3. Dan tak terasa, sampai postingan ini diketik, kami sudah masuk ke bagian ke-9. Wow! Asyik dan penuh tantangan. Makin susah, makin menantang. Untuk bagian ke-4 dan seterusnya ini, saya mulai kehabisan stok benang sisa, jadi saya "terpaksa" membeli benang baru. Yah, supaya bisa tetep pake benang yang sama. Saya masih pakai benang Sweet Cotton Poyeng dari Poyeng Hobby. Kali ini saya membeli tambahan 6 gulung benang dengan warna baru yang belum ada di koleksi saya.


Warna benangnya manis kayak permen. Coba kalau ada rasanya beneran, dah abis di jalan tuh... hehehe... Semoga 6 sekawan ini berhasil melalui Sophie dengan baik dan selamat!!

Saat ini saya baru saja menyelesaikan bagian ke-8 dan belum berhasil memotretnya. Jadi kemungkinan bagian ke-8 akan saya share di postingan selanjutnya.

Ada berbagai cerita ketika melewati tiap bagian. Ada penasaran, bingung, pusing, seneng, bangga, frustrasi, dan bahkan drama. Hahahaha..... karena kami punya grup khusus untuk sharing tiap bagiannya, maka cerita kami juga makin banyak. Jumlah tusukan yang salah, salah masuk ke tusukan sebelumnya, ada tusukan yang terlewat, bahkan ada yang menyublim tiba2 sudah kami lewati satu per satu. Kami pikir, makin tambah angka di belakang kata "bagian/part", kami akan makin canggih. Ternyata perkiraan itu meleset jauh. Justru kami makin banyak melakukan rombak ulang. Kadang putus asa juga sih kalau menemukan kesalahan yang ternyata ada di 2 atau 3 row sebelumnya. Mau dibongkar, kok banyak dan mengingat tenaga dan waktu yang tercurah, kalau tidak dibongkar kok keliatan aneh. Yah, solusi ada di tangan tiap perajutnya... hihihihi.....

Tiap bagian tidak hanya memberikat cerita yang berbeda namun asyik, tetapi juga memberikan keindahan yang tiada terperi (hiperbola banget!). Kami seperti mempunyai anak yang kami pandang dan ikuti setiap perkembangannya. Dari masih mungil, hingga besar. Bagian ke-4 ini keindahannya mulai muncul.


Waktu masuk ke bagian 4 ini, rasanya saya pingin bawa Sophie ini ke mana pun. Memandanginya berlama-lama sambil mengagumi si desainer, Dedri Uys. Membayangkan apa yang ada di pikirannya saat membuat desain ini. Tapi kayaknya tak terjangkau oleh pikiran saya. Hahaha.....

Lalu berkembang lagi ke bagian 5.


Gimana ga makin jatuh cinta liat keruwetan yang indah dan warna yang ngasal tapi pas menyatu bisa begitu indah?

Setelah itu maju lagi ke bagian 6:


Di tahap ini mulai muncul daun mungil di keempat sisinya. Makin cantik dan bikin penasaran.

Lalu, bagian 7:


Sudah terlihat bunga mungil di tahap ini... makin lama makin cantik dan bikin penasaran seperti apa bentuknya. Gambar untuk bagian 8 menyusul di postingan selanjutnya ya.....

Happy hooking!

xxx

Friday, 12 June 2015

Sophie's Universe CAL 2015

Sudah lama saya mengikuti (sekadar membaca dan melihat foto-foto) sebuah mystery CAL (crochet along) di blog Look At What I Made milik Dedri Uys. Sophie's Universe Mystery CAL! Saat pertama melihatnya, mata saya tidak bisa lepas darinya. Mungkin ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama (uhuk!).

(gambar ini diambil dari http://www.lookatwhatimade.net/)

Pengin banget saya bisa ikutan. Tapi, CAL dengan 20 bagian pola.... hmmm... apakah saya bisa? Jangan-jangan hanya semangat di awal, lalu ditinggal begitu saja seperti dua selimut saya. Sampai saat CAL hampir berakhir, saya belum bergerak juga. Hmmm... harus cari teman seperjuangan ini kayaknya. Saya lalu mengikuti group yang disarankan di CAL itu. Banyak yang mengikuti CAL itu dari seluruh penjuru dunia. Dan, lama-lama, saya juga belajar tentang segala kesulitan, tantangan, dan semangat saat mengerjakan bagian demi bagian dari segala postingan dan share mereka. Hmmm.. makin ngiler nih.

Lalu, saya teringat. Dulu pernah berencana mengadakan CAL lagi dengan seorang teman di seberang lautan sana (kami dulu pernah ngadain CAL ini). Nah, muncul ide kalau CAL ini kubuat CAL bersamanya lagi. Tapi mungkin CAL kali ini melibatkan lebih banyak orang supaya lebih rame dan semangat. Lalu, saya menawarkan CAL ini ke beberapa teman dan mereka tertarik ikut. Jadilah kami membuat group sendiri untuk progress CAL ini.

Setelah impian ini hampir terwujud, saya bingung lagi. Pakai benang apa ya? Karena Sophie ini adalah selimut, kalau pakai benang kecil, ukurannya pasti hanya seperti taplak meja. Setelah bongkar-bongkar persediaan benang, ingatlah bahwa saya punya lumayan simpanan benang Sweet Cotton Poyeng. Benang ini bisa didapatkan di Poyeng Hobby. Mereka juga menjual benang jenis lain. Ada banyak benang di sana yang tidak tersedia atau tidak dijual di tempat lain. Poyeng melayani pembelian offline dan online. Bagi kalian yang tinggal di seputaran Jogja, mampir aja ke workshopnya di Jalan Palagan 132 Sleman. Di utara perempatan ringroad Monjali. Jangan sampai kebablasan ya. Ketika sudah sampai di perempatan ringroad Monjali, ambil jalan ke arah utara (atau jalan menuju Hotel Hyatt), lalu pelan-pelan saja sambil menengok ke kiri. Nah, workshop Poyeng ada di kiri jalan tersebut.




Saya suka dengan Sweet Cotton punya Poyeng ini, karena ukurannya yang pas, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Saya biasanya menggunakan hook 4mm untuk benang ini. Kalian bisa melihat-lihat berbagai pilihan warnanya. Selain benang, ada juga berbagai alat merajut (knit dan crochet). Komplit pokoknya.

Oh ya, balik lagi ke Sophie. Lalu, dengan semangat saya mengambil koleksi saya itu dan mulai membuatnya per bagian. Kami sudah sampai pada bagian 3 minggu ini. Dan kecantikan Sophie sudah mulai terlihat. Warna-warna benangnya memang cantik-cantik. Ah.... sudah tidak sabar sampai pada bagian 20 nih. Semua anggota group saling menyemangati anggota yang masih tertatih membuatnya. Semangart semuaaaaa!

 Part 1

 Part 2

 Mulai part 3

Part 3 selesai


See you in the next part!!

xxxx

Thursday, 4 June 2015

Menikmati Liburan

Ketika pertengahan tahun, jenuh selalu datang menghampiri. Yup! I need to refresh my mind, my body, and my soul. Kadang saat jenuh menghampiri, hal yang biasanya paling menarik buat saya menjadi tak menarik lagi. Terlebih blog ini. Seakan terlupa untuk diisi dan ditulisi.

Maka, berbekal kalender untuk mencari harpitnas, dengan mantap saya ajukan cuti. Awal Juni kemarin kami berdua akhirnya melepaskan diri sejenak dari kesibukan dan rutinitas yang bagai tak ada ujung untuk sejenak bersantai.

Pilihan kami jatuh pada kota Bandung. Selain ingin refreshing, saya dan suami juga berencana untuk berkunjung ke rumah adik. Kami berangkat Jumat malam dengan kereta api dan sampai di Bandung Sabtu subuh. Tak banyak yang kami lakukan di sana, yah... namanya juga pengin bersantai. Jadi, kami benar-benar santai..... cuma makan, tidur, ngemil, tidur lagi...tapi kami juga sempat jalan-jalan sebentar melihat kota Bandung.

Sebelum akhir liburan, kami diajak mengunjungi Dusun Bambu di Lembang. Ketika turun dari kendaraan, udara dingin nan segar langsung menyergap. Saya suka, saya suka! Ah, seandainya Jogja sesegar ini. Lalu kami pun mulai menuju ke gerbang masuk. Ada semacam petak-petak sawah di sebalik pintu masuk, dan tentu saja itu bagian dari area wisata.



Uniknya, pematang di tempat ini terbuat dari anyaman bambu. Jadi dijamin aman dan tidak akan terperosok deh.



Walau sudah bercampur dengan modernisasi alias listrik, tiang lampu ini tetap menarik.





Benar-benar asri tempat ini. Di mana-mana hanya ada pepohonan. Tapi bagi kalian yang malas jalan kaki, atau mengajak orang yang lebih tua, ada kendaraan khusus yang mengantar kalian langsung ke pusat taman.


Saya menemukan obor di antara semak dan pepohonan. Duh, membayangkan berkunjung ke tempat itu pada malam hari pasti sangat romantis ya.


Tempat ini sebenernya resto. Ada beberapa resto yang tersebar di seluruh pelosok taman.


Tapi kami hanya sempat melihat beberapa resto saja. Misalnya ini:


Kalian lihat kan ada gundukan semacam sarang burung di kiri dan kanan jembatan itu? Di dalamnya ada meja dan beberapa kursi untuk bersantap. "Kandang" tersebut baru akan dibuka jika ada yang melakukan reservasi dan bersantap di situ.

Lalu, kami pun menuju taman bunganya. Wow! Tentu saja dengan hawa sedingin ini, bunga2 bakal bermekaran dengan cantiknya.


Taman ini juga memiliki sungai buatan yang tak kalah cantik dengan sungai beneran.




Waktu itu hujan gerimis menambah suasana makin adem. Matahari bersinar dengan ramah pula. Sempurna.

Di tengah taman ada bangunan besar. Tempat itu menjadi semacam foodcourt dan kios-kios yang menjual berbagai pernak-pernik dan oleh-oleh.


Dan, resto terakhir yang sempat kami nikmati pemandangannya adalah ini:


Cottage-cottage itu tentunya menjadi ruang makan resto ini. Pengunjung bisa bermain perahu dan menikmat pemandangan yang asri.

Tak terasa waktu liburan berlalu sangat cepat. Kami pun harus segera kembali ke Jogja. Kali ini memakai kereta pagi, jadi kami bisa menikmati pemandangan sepanjang perjalanan. Tak kalah cantik dengan pemadangan di Dusun Bambu ternyata!

Foto-foto berikut saya ambil saat berada di dalam kereta dalam perjalanan Bandung-Jogja:







Dan, tentu saja, selama perjalanan, sambil menikmati perjalanan, saya sesekali juga melakukan ini:




Nah, sekian liburan kali ini.... sampai jumpa di postingan selanjutnya! :)